Tugas M6: Kehidupan Manusia dengan Penderitaan, Pengaruh, dan Sebab-sebabnya


Penderitaan atau rasa sakit dalam arti luas, dapat menjadi pengalaman ketidaknyamanan dan kebencian terkait dengan persepsi bahaya atau ancaman bahaya di suatu individu. Contoh dari penderitaan misalnya orang yang mengalami sakit di area perut seperti terlilit karena lapar belum makan atau orang cacat seumur hidupnya yang kakinya tidak bisa dipakai untuk berjalan secara normal akibat kecelakaan. Penyebab penderitaan bisa bermacam-macam, diantaranya adalah wabah, perang, kemiskinan, atau kerusuhan.

Segala tindakan yang menyebabkan penderitaan, baik secara fisik maupun psikologis, yang dengan sengaja dilakukkan terhadap seseorang dengan tujuan intimidasi, balas dendam, hukuman, sadisme, pemaksaan informasi, atau mendapatkan pengakuan palsu untuk propaganda atau tujuan politik dapat disebut sebagai penyiksaan. Jenis-jenis siksaan psikologis diantaranya adalah menelanjangi secara paksa, pencukuran kepala, pengurangan tidur, pengurangan sensorik seseorang, dan eksekusi tiruan.

Phobia adalah rasa takut yang timbul akibat ketakutan akan suatu hal yang berlebihan. Hal ini biasa disebabkan oleh trauma masa lalu dan trauma ini melekat pada kesadarannya.

Kekalutan mental atau gangguan mental adalah penyakit yang memengaruhi emosi, pola pikir, dan perilaku penderitanya.
Gejala gangguan mental:
·         Waham atau delusi, yaitu meyakini sesuatu yang tidak nyata.
·         Halusinasi.
·         Perubahan suasana hati.
·         Perasaan cemas.
·         Perasaan sedih.
·         Gangguan makan.
·         Perubahan pola tidur.
·         Kecanduan nikotin, alcohol, dan NAPZA.
·         Marah berlebihan.
·         Perilaku yang tidak wajar.
Penyebab gangguan mental dibagi menjadi dua sebab, pertama dari faktor biologis dan yang kedua dari faktor psikologis.
Faktor biologis:
·         Gangguan saraf otak.
·         Infeksi.
·         Kelainan bawaan.
·         Kerusakan otak.
·         Kekurangan oksigen.
·         Faktor keturunan.
·         Penyalahgunaan NAPZA.
·         Kekurangan nutrisi.
Faktor psikologis:
·         Peristiwa traumatik.
·         Kehilangan orang tua.
·         Kurang mampu bergaul.
·         Perceraian.
·         Perasaan rendah diri.
Orang yang memiliki gangguan jiwa juga ada fase-fasenya, berikut fase tersebut:
1.       Mulai halusinasi.
2.       Intens berhalusinasi.
3.       Sudah tak bisa dikendalikan.
4.       Fase terakhir sudah mulai mendengar perintah seperti, “Ayo pukul!” atau “Ayo bunuh!”.

Tiap manusia yang hidup di dunia ini pasti akan mengalami penderitaan. Oleh sebab itu, hidup di dunia ini diperlukan yang namanya perjuangan. Perjuangan adalah suatu upaya untuk dapat melakukan sesuatu. Dalam konteks ini adalah agar perjuangan ini dapat memusnahkan penderitaan yang dirasakan.

Kemudian ada pula hubungan diantara penderitaan, media massa, dan seniman. Seringkali kita mendengar penderitaan melalui media massa. Hal ini disebabkan karena penderitaan merupakan jualan yang sangat laku di kalangan media massa. Sehingga kadang kala menyebabkan kita merasa di dunia ini lebih banyak hal negatif yang terjadi ketimbang hal positif. Lain halnya dengan seorang seniman dan penderitaan. Seniman kadang menggambarkan penderitaan lewat karyanya dengan maksud untuk mengirim pesan atau cerita. Kadang kala hal ini merupakan representasi kehidupan sang seniman sendiri pada suatu masa. Ia ingin membagikan cerita hidupnya lewat karyanya yang sedih.

Yang terbaru adalah tentang penderitaan yang disebabkan oleh wabah COVID-19 ini yang melanda di seantero dunia, khususnya Indonesia. Hal ini jelas akan menggangu kondisi psikis seseorang karena terjadi perubahan pola hidup secara drastis. Kita yang sehari-harinya biasa melakukan mobilisasi dari satu tempat ke tempat lain, tiba-tiba harus disuruh hanya berdiam diri di rumah. Hal ini akan membuat kegiatan yang kita lakukan akan terasa monoton terlebih dilakukan di tempat yang skalanya hanya seluas rumah saja. Phobia yang terjadi mungkin terhadap orang yang batuk atau bersin karena wabah ini menyebar melalui hal tersebut sehingga fakta ini direspon oleh semua manusia secara berlebihan seperti yang terjadi pada semua kejadian fobia apapun. Beban pikiran khususnya terjadi pada orang-orang yang menggantungkan hidupnya pada skala harian. Mereka yang sehari-harinya mesti bekerja dan dibayar per hari juga akan merasa kehilangan tujuan hidup karena cara bertahan hidupnya lumpuh oleh wabah ini sehingga akan menyebabkan kekalutan mental seperti perasaan cemas atau depresi.

Comments

Popular posts from this blog

Tugas M10: Tanggung Jawab, Pengabdian, dan Pengorbanan

Tugas M8 : Manusia dan Pembalasan