Tugas IBD (Ilmu Budaya Dasar) Minggu 3
Sastra merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta yang berarti "teks yang berisi ajaran atau pedoman". Dalam budaya Indonesia, sastra selain digunakan untuk mengartikan teks yang berisi ajaran atau pedoman juga dapat diartikan teks yang berisi keindahan atau arti tertentu.
Sastra juga merupakan media budaya dalam suatu masyarakat. Media ini dapat berupa prosa, puisi, dan drama. Oleh karena itu, ilmu budaya juga dapat dikaji melalui pendekatan kesusastraan. Pendekatannya dapat melalui media yang sudah disebutkan tadi.
Misal ilmu budaya melalui pendekatan prosa dapat diambil contoh tentang kehidupan kolonialisme zaman Belanda. Karya yang dapat dijadikan acuan adalah Tetralogi Pulau Buru yang ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer. Karya ini ditulis saat Pram menjadi buruh pada zaman penjajahan Belanda. Kemudian juga ditulis saat ia dipenjara. Sastra merupakan bentuk ekspresi diri yang jujur, dan penuh kerelaan. Paling mudah memang saat menggambarkan kehidupan sehari-hari dalam membuat karya sastra. Oleh karena itu, untuk mengetahui ada budaya apa saja pada suatu masa dapat dilakukan dengan pendekatan kesusastraan dalam bentuk prosa. Karena hati Pram resah menjadi buruh pada masa kolonial yang tertindas, akhirnya dipilih lah menulis prosa sebagai ekspresi dirinya. Kemudian dari situ kita bisa melihat kehidupan para buruh zaman kolonial dan budaya yang terbentuk oleh karenanya.
Selain prosa, pendekatan kesusastraan juga dapat dilakukan melalui puisi. Puisi merupakan seni tertulis yang penyampaian pesannya melalui diksi dan pola. Oleh sebab itu, terkadang pendekatan jenis ini bisa lebih dramatis karena keindahan yang dibawakan oleh diksi dan pola dari puisi. Selain diksi, nilai estetika dari puisi juga terletak dari segi penulisan dari puisinya, misal bentuk penulisan zig-zag dari baris-baris puisi. Mungkin bagi orang awam hal ini justru diinterpretasikan dengan keanehan. Padahal hal ini dapat mengungkapkan apa yang sedang dipikirkan oleh sang penulis. Contoh pendekatan kebudayaan melalui puisi dapat diambil dari puisi-puisi karya Wiji Thukul. Puisi-puisi karya Wiji Thukul sangat menggambarkan bagaimana keadaan Indonesia pada masa Orde Baru. Ia sangat berani menggambarkannya dengan kata-kata yang pedas. Bentuk puisinya bisa berupa kritik pedas atau sindiran. Sudah barang pasti ia dibenci oleh pemerintah saat itu. Jadi, puisi juga dapat dijadikan acuan pendekatan kesusastraan.
Referensi:
https://www.wikipedia.org/
http://zha-restyanie.blogspot.com/2013/03/pendekatan-kesusastraan.html
Sastra juga merupakan media budaya dalam suatu masyarakat. Media ini dapat berupa prosa, puisi, dan drama. Oleh karena itu, ilmu budaya juga dapat dikaji melalui pendekatan kesusastraan. Pendekatannya dapat melalui media yang sudah disebutkan tadi.
Misal ilmu budaya melalui pendekatan prosa dapat diambil contoh tentang kehidupan kolonialisme zaman Belanda. Karya yang dapat dijadikan acuan adalah Tetralogi Pulau Buru yang ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer. Karya ini ditulis saat Pram menjadi buruh pada zaman penjajahan Belanda. Kemudian juga ditulis saat ia dipenjara. Sastra merupakan bentuk ekspresi diri yang jujur, dan penuh kerelaan. Paling mudah memang saat menggambarkan kehidupan sehari-hari dalam membuat karya sastra. Oleh karena itu, untuk mengetahui ada budaya apa saja pada suatu masa dapat dilakukan dengan pendekatan kesusastraan dalam bentuk prosa. Karena hati Pram resah menjadi buruh pada masa kolonial yang tertindas, akhirnya dipilih lah menulis prosa sebagai ekspresi dirinya. Kemudian dari situ kita bisa melihat kehidupan para buruh zaman kolonial dan budaya yang terbentuk oleh karenanya.
Selain prosa, pendekatan kesusastraan juga dapat dilakukan melalui puisi. Puisi merupakan seni tertulis yang penyampaian pesannya melalui diksi dan pola. Oleh sebab itu, terkadang pendekatan jenis ini bisa lebih dramatis karena keindahan yang dibawakan oleh diksi dan pola dari puisi. Selain diksi, nilai estetika dari puisi juga terletak dari segi penulisan dari puisinya, misal bentuk penulisan zig-zag dari baris-baris puisi. Mungkin bagi orang awam hal ini justru diinterpretasikan dengan keanehan. Padahal hal ini dapat mengungkapkan apa yang sedang dipikirkan oleh sang penulis. Contoh pendekatan kebudayaan melalui puisi dapat diambil dari puisi-puisi karya Wiji Thukul. Puisi-puisi karya Wiji Thukul sangat menggambarkan bagaimana keadaan Indonesia pada masa Orde Baru. Ia sangat berani menggambarkannya dengan kata-kata yang pedas. Bentuk puisinya bisa berupa kritik pedas atau sindiran. Sudah barang pasti ia dibenci oleh pemerintah saat itu. Jadi, puisi juga dapat dijadikan acuan pendekatan kesusastraan.
Referensi:
https://www.wikipedia.org/
http://zha-restyanie.blogspot.com/2013/03/pendekatan-kesusastraan.html
Comments
Post a Comment