Tugas IBD (Ilmu Budaya Dasar) Minggu 1

Manusia dapat diartikan secara berbeda-beda. Secara biologis manusia diartikan sebagai spesies primata dari kelas mamalia dengan otak berkemampuan tinggi karena telah berevolusi. Jika dari sudut pandang kerohanian, manusia dianggap sebagai jiwa yang bervariasi. Sedangkan dalam konsep kebudayaan, manusia dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, perkembangan teknologi, organisasi majemuk yang dibentuk diantara mereka, dan terutama kelompok-kelompok yang dibentuk untuk memenuhi kebutuhan diantara mereka. Ilmu yang mempelajari manusia dari sisi kebudayaannya disebut juga dengan ilmu antropologi.

Sedangkan kebudayaan merupakan sesuatu yang berasal dari akal manusia. Kata ini diambil dari bahasa Sanskerta, buddhayyah (yang berarti budia atau akal). Kebudayaan memiliki peranan yang penting dalam sejarah umat manusia. Misal pada saat zaman purba manusia memiliki kebudayaan berupa tinggal dengan cara berpindah-pindah atau yang sering disebut juga dengan kebudayaan nomaden. Hal ini disebabkan karena alam memaksa manusia pada zaman itu untuk hidup dengan cara seperti itu dikarenakan sumber makanan mereka yang telah habis, jadi ketika para manusia purba merasa sumber makanannya mulai mengalami kelangkaan mereka akan berpindah tempat tinggal ke tempat yang sumber makanannya masih banyak. Lain halnya pada zaman modern pada masa sekarang ini. Dimana bahan makanan persediaannya dapat dimanipulasi dan rasanya hidup dengan cara berpindah tempat malah justru terasa menyulitkan. Contoh lain adalah budaya tulisan. Pada masa Sumeria kuno, tulisan dibentuk di plat tanah liat dengan aksara paku, kegunaannya juga terbatas hanya untuk pencatatan kepemerintahan seperti hasil panen, pajak, dan kegiatan niaga lainnya di Sumeria. Lain halnya pada masa sekarang yang tulisan digunakan dalam berbagai keperluan dari hal pernting seperti pencatatan kegiatan bisnis sampai hal yang remeh-temeh seperti menulis diary untuk hiburan semata. Selain dari akal manusia itu sendiri, budaya juga dipengaruhi oleh dunia eksternal dari akal manusia, seperti kondisi geografis. Produk-produk kebudayaan dapat berupa agama, sistem ekonomi, ideologi, tradisi, dll.

Menurut pandangan saya, hakikat manusia tidak lebih superior dari makhluk manapun. Jadi, jangan pernah berpikir dunia ini diciptakan dengan manusia sebagai pusat gravitasinya. Hal ini dikarenakan manusia memiliki sifat-sifat primitif sama seperi hewan, seperti emosi, cinta, dan kesadaran--walau yang kesadaran para ahli masih memperdebatkan definisi kesadaran secara pasti. Perbedaan terjadi karena evolusi otak manusia menghasilkan kemampuan yang luar biasa bagi manusia untuk menaklukkan dunia. Yang pada gilirannya nanti hal ini menghasilkan budaya seperti yang kita kenal sekarang ini.

Kebudayaan bangsa timur menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi. Hal ini tercermin dari perilaku sehari-hari. Bangsa Asia merupakan manusia-manusia yang memiliki kebudayaan ini. Toleransi tinggi ini dapat berbentuk kesopanan, gotong-royong, dan ramah tamah. Contohnya dapat dilihat pada bangsa kita sendiri, Bangsa Indonesia, yaitu kita masih suka menyapa orang di jalan walaupun kita tidak kenal dengan orang tersebut dan ini merupakan bentuk dari keramah-tamahan.

Unsur-unsur kebudayaan terdiri atas:

  • Bahasa
  • Sistem pengetahuan
  • Organisasi sosial
  • Teknologi
  • Sistem mata pencahariaan
  • Sistem religi
  • Kesenian

Perubahan budaya merupakan suatu keniscayaan. Hal ini dapat disebabkan oleh perkembangan atau tuntutan zaman. Seperti yang telah saya berikan contoh sebelumnya, manusia purba mesti hidup berpindah-pindah dikarenakan terdapat tuntutan zaman terhadap makanan pada masa hidup mereka karena belum adanya sistem manipulasi untuk persediaan makanan mereka. Sedangkan zaman sekarang tulisan digunakan untuk berbagai keperluan karena suatu perkembangan zaman berupa kemudahan untuk menulis dari segi teknologinya sehingga tulisan digunakan tidak hanya untuk pencatatan kegiatan niaga seperti pada zaman Sumeria kuno. Contoh lain dapat berupa pergeseran nilai budaya bangsa timur yang sudah tidak setoleransi zaman dulu akibat perkembangan zaman di bidang teknologi berupa adanya akses internet yang umum di masyarakat luas sehingga budaya-budaya barat bisa masuk dengan mudah. Akibat dari masuknya budaya barat ini, bangsa timur kini sudah jarang ada yang memiliki sikap gotong royong seperti zaman dahulu kala terutama di masyarakat perkotaan. Hal ini dipengaruhi terutama oleh budaya individualistik.

Jadi, antara manusia dan kebudayaan memiliki kaitan yang sangat kuat. Manusia sebagai makhluk yang telah menerima keunggulan evolusi berupa akal yang dapat menciptakan budaya ini pada gilirannya juga akan dipengaruhi oleh kebudayaan.


Sumber
Harari, Yuval Noah. 2017. Sapiens: A Brief History of Humankind. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia
https://sahabatnesia.com/unsur-kebudayaan-universal/
http://nissaaarifiani.blogspot.com/2017/03/kebudayaan-bangsa-timur.html
https://www.wikipedia.org/

Comments

Popular posts from this blog

Tugas M10: Tanggung Jawab, Pengabdian, dan Pengorbanan

Tugas M8 : Manusia dan Pembalasan